PUISI: Manusia Poikiloterm


Musuh termanisku adalah kamu, yang berhasil membuatku luluh dan jatuh pada lubang rasa, yang ku sebut dengan CINTA
“Manusia Poikiloterm”
Jujur saja, mengenai persoalan cinta, mungkin aku kurang tepat
untuk dijadikan sebagai teknisinya
bahkan ketika sebuah perbincangan merambah ke persoalan cinta
tetiba sifatku berevolusi dengan kejap,
menjadi manusia poikiloterm, yang dingin
Bertahun-tahun menyandang sebutan poikiloterm
sebenarnya aku tidak menyukainya
tapi apa daya, aku tidak mampu untuk memokrol diri sendiri

27 Juli 2017
I
Pada hari yang teduh…
sungguh ada yang sedikit berbeda dihari ini
ini mungkin cukup berlebihan, ku katakan bahwa,
ini adalah tragedi yang cukup dramatis, cukup manis
( sebentar, selagi ku tulis puisi ini
aku baru sadar, ternyata hari ini tanggalnya cukup cantik, seperti wanita dalam puisiku ini)
Haha betul sekali, ini adalah puisi yang ku suguhkan untuk seseorang wanita yang cantik
Yang berhasil membuatku menjadi seseorang yang asing
seseorang yang lain
yang seperti kau tahu, aku adalah lelaki yang paling tidak acuh mengenai cinta
namun entah kebiadaban apa yang kudapati sekarang
sepotong senyum yang dia berikan, mampu meluluhkan hatiku yang beku
Bedebah sekali kau Puan

II
Pada malam yang bergairah…
Teruntuk seseorang yang telah berhasil mencuri tidurku…
Malam yang memberat
Jendela dan atap yang mulai mengantuk
Alunan genting yang berdenting
Aroma debu jalan yang menguap
Diluar, malamku basah

III
Suara hujan dan potongan senyumnya
Tanpa henti berllari-lari dipikiranku
Acapkali ku memejamkan mata,
parasmu hadir dan membayang-bayangiku
Ah! Persetan dengan senyummu

IV
Kukatakan kau berhasil mencuri tidurku malam ini
Kau berhasil menjarah hati ini dan mengambil seluruh cintaku
Kau menang Puan…
Kau menang!

Bumiayu - 2017

Komentar

Postingan Populer