Cita-Cinta (Puisi)
Ketika Lonceng berbunyi, adalah ucapan selamat tinggal, yang meninggalkan duka
"Hey selamat tinggal, tak perlu kita berlama-lama merayakan hari duka ini,kita berpisah hanya untuk sementara, sampai kita meraih apa yang lama kita cita, Perjuangkanlah"
Ini adalah fase dimana kita harus menahan duka
Aku termangu di tepi trotoar yang terbanjir lara,
menunggu keretamu jauh pergi
Aku termangu di tepi trotoar yang terbanjir lara,
menunggu keretamu jauh pergi
yang meninggalkan decitan gaduh di telinga
Gerbong, Rel dan kerikil serta merta merasa iba
ketika lonceng selamat tinggal harus berbunyi
diantara laju kereta yang memaksa kita untuk pisah
Ah sudahlah,
semakin banyak cerita yang ku kisahkan
justru semakin jauh pula ku tenggelam dalam duka
Yang terpenting sekarang adalah
Seberapa lamapun perpisahan,
seberapa jauhpun kita berjarak
Aku dan kau sudah memiliki tujuan yang sama
"Mencita,Mencinta,kembali,lagi"
Aku dan kau sudah memiliki tujuan yang sama
"Mencita,Mencinta,kembali,lagi"
Fazrul Nugroho-Penyambutan Upacara Perpisahan 2 Remaja yang saling menyuka dan menduka / Kilometer Purwokerto-Yogyakarta Agustus 2018
Komentar